twitter

Tampilkan postingan dengan label So far so fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label So far so fun. Tampilkan semua postingan


Ngiuung... Ngiuung... Ngiuung... Ngiuung...
Terdengar bunyi sirine yang lantang dari samping kelas ketika Japanese Lesson. Maklum samping kelas kita itu emang jalan raya. Mana jendela kelas kita itu gedhe-gedhe, aku rasa desain lama peninggalan waktu jajahan Belanda dulu, kayaknya... Hehehe... (padahal ngawur doang).
Setelah ngedenger suara berisik itu anak-anak sekelas langsung berdiri dan ngelihat keluar. Biasa masih remaja jadi always want to know kerjaannya. Ternyata bukan sirine ambulans tapi mobil polisi yang sepertinya mau bertugas menertibkan jalan raya yang macet gara-gara ada lomba drumband se-Jatim. Salah sendiri bunyi sirinenya sama semua, coba kalo beda kan bisa gampang ngebedainnya. Contoh: Ambulans mau lewat... semua minggir... ada orang sekarat di dalem... (nyanyikan dengan nada dangdutan).
Salah satu anak yang semangat ngelongok adalah Davied a.k.a. G-Soul. Tiba-tiba aja lagi asyik-asyik cuci mata Ekky menarik G-Soul supaya duduk lagi. Ini dia dialog diantara mereka berdua yang didengerin seluruh kelas gara-gara intruksi bunyi sirine. Versi sebenarnya dalam Jawa campur bahasa Osing Watu Buncul khas Davied. Sengaja aku rubah biar kelihatan gaul.
G-Soul: "Ngapain sih loe, Ky narik-narik gue?"
Ekky: "Jangan liat-liat!"
G-Soul: "Emang kenapa?"
Ekky: "Ada operasi orang jelek, ntar kamu ditangkap."
Langsung serentak seluruh warga tertawa terbahak-bahak mengiringi Davied yang menunduk malu.
Hwahaaaahagh...



Kalian yang lagi SMA atau udah lulus atau udah kawin dan beranak-pinak(maaf) pasti masih inget perasaan saat-saat paling boring, muak dan capek bila udah SMA apalagi kelas 3 yang udah mau lulus. Batas kesabaran pasti udah diujung puncak karena udah bener-bener capek sekolah selama 14 tahun(TK 2 thn, SD 6 thn, SMP 3 thn, SMA 3 thn, belum lagi ditambah beberapa tahun buat yang nggak naik kelas). Nah disaat seperti itu pasti anak remaja (khususnya anak IPS) selalu kreatif berbuat sesuatu untuk menghibur diri dan orang lain. Laporanku kali ini adalah tentang cita-cita terpendam untuk menjadi reporter khususnya untuk acara reality show like termehek-mehek.
Wangsa: "Aku jadi kameramennya" (katanya sambil menekuk tangan kanannya hingga telapaknya ada di bahu. tangan kirinya memegang siku kanannya. Keliatan serius banget deh...)
Kacung: "Aku yang megang micnya aja deh." (katanya sambil mengangkat tinggi kedua tangannya dengan posisi seakan-akan ada microphone kasatmata.)
Ekky: (look so dissappointed) "Terus aku apa?"
Wangsa: "Dadi Mandala aen wes" (Jadi Mandala aja deh)
Ekky: "Emong! Gilo aku!" (Gak mau! Jijik aku) "Aku dadi sing tukang macaki aen ez" (Aku jadi tukang make up aja deh)
Ekky langsung merapatkan kaki, mencondongkan bokong dan kedua tangannya seakan akan memegang bedak dan spons...



MJ SINDROME
Sejak kematian The King of Pop Michael Jackson semua orang jadi tersihir MJ sindrome lagi. Nyari-nyari lagu-lagunya MJ, atau yang paling lebai niru-niruin gaya dancenya MJ. Nggak usah jauh-jauh deh, liat aja di kelas ezpelezwaku. Tempat berkumpulnya semua orang yang cuwawak dan gokil se-SMANSA.
Si CAPEGAJA (Calon Penyanyi Gak Jadi) nyanyiin lagu-lagunya MJ yang udah didownload beralbum-album lewat hapenya. “You are not alone...I’m here with you...” seringnya sih lagu itu dan bisanya niruiin lirik yang bagian itu doang. Kasian dia... maybe, pulsanya cuman bisa download lagunya doang, nggak sekalian liriknya... he..he..
Si MLM sama si Jawa punya cara lain yaitu niruin gaya dancenya MJ. Mulai dari moonwalk, mainin topi dan jinjit-jinjit lalu merubah arah badan. Sayangnya usaha mereka nggak berhasil jadi jago dance kayak MJ. Kalo liat bagian kakinya emang lincah abis,sedangkan kalo liat badan bagian atasnya kaku abis. Tahu sendiri kan kalo MJ itu kurus abis makanya kalo dance bisa kelihatan keren. Sedangkan mereka gendut-gendut kebanyakan makan fastfood.
Finally, setelah terlalu lama mata sepet karena melihat duplikat gagalnya MJ, mereka kena batunya juga. Waktu itu tiba saat lomba kebersihan kelas dalam rangka hari kemerdekaan. Lantai kelasku yang terbuat dari tehel udah dipel dan diberi MAA.hasilnya jadi mengkilap dan licin banget. So, buat yang sol sepatunya udah tipis karena belum ganti selama tahunan siap-siap buat kepeleset.
Maniak MJ meihat potensi lantai yang licin dapat dimanfaatkan. Apalagi ketika mereka melihat keset bertuliskan “Welcome” tergeletak. Si Jawa langsung melompat diatas keset lalu menggesernya. Berhasil! Dia meluncur dengan halus di depan papan tulis menuju pintu kaca. Suddenly,... Brukkkg!! Si Jawa menubruk pintu kaca dan badannya menempel kayak lem. Serasa nonton film kartun atawa “Kungfu Hustle”.
Ide mereka memang fresh tapi mereka ngelupain satu hal yaitu “Cara Mengerem”. Si Jawa bangkit sambil memegangi seluruh badannya. Oh, God! I hope him backbone not broken.
Kesimpulannya niruin gaya dancenya MJ bukannya malah keren malah badan jadi sakit. Dan yang terpenting MALU!!


Pagi ini si Ndut ngebawa 2 krezek besar yang isinya entah apa?
Geng Caur yang lagi kongkow di bangku belakangku langsung kasak-kusuk dech...
"Ono opo arek iku nggowo keresek iku? Arepe dodolan tah?" Kata ER ingin tahu sambil melihat kearah si Ndut diikutin oleh 2 anak yang laen
"Mbeg, lambene arek iku kari gedhe yowh.." sambung Romero yang baru-baru ini punya hobi baru yaitu nyanyi dan nggak nyadar kalo suaranya ancur banget. Apalagi nyuruh orang-orang nyebut dia Romero alias nama belakangnya Derby Romero yang lagunya Gelora Asmara lagi hits banget sekarang
"Mosok lambene thok sing gedhe, sak awak-awake pisan gedhe. Piye sih hiro iki?" timpal WBC alias Watu Buncul City yang merupakan tempat tinggalnya.
Eh, ternyata isi keresek itu adalah:
1. Korma 4 biji dalam plastik kecil
2. Air zam-zam dalam plastik kecil juga
3. Kacang arab dalam plastik kecil juga
Semua itu adalah oleh-oleh otunya Ndut yang biz naik haji ke Mekkah. Masing-masing bungkusan itu dibagiin ma anak-anak sekelas. Setelah tahu itu akhirnya geng Caur diem. Aku rasa mereka terharu kalo si Ndut yang selalu dibilang pelit ternyata baik hati juga.
Obviously, Aku salah...
Waktu Ndut ngebagiin buah tangan dari Mekkah itu pada Geng Caur di belakangku, Aku dengar ER berkata," Hei, iki banyu putih biasa yowh..??"